Trisno Sumardjo ( 1926-1969 )

 

www.duniasastra.com

Lahir di Surabaya 6 Desember 1926 selain dikenal sebagai pengarang, dia juga berpofesi sebagai pelukis dan penerjemah. Pendidikan terakhirnya, AMS; Klasik Barat. Pernah bekerja sebagai guru, tetapi kemudian bekerja pada Jawatan Kereta Api antara tahun 1942-1948.Berhenti sebagai pegawai kereta api, iapun segera menerjunkan diri dalam dunia kesenian. Bersama Sujoyono ia memimpin majalah Seniman ditahun 1948 di Surakarta.

Tahun 1950, ia pindah ke Jakarta, menjadi Sekretaris Lembaga Kebudayaan Indonesia. Dua tahun berikutnya ia mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Amerika dan Eropa. Sekembalinya dari sana ia menjadi redaktur majalah Seni hingga thun 1955. Dan ditahun 1957 ia mendapat undangan dari luar negeri  lagi. Kali ini ke RRC, atas undangan Gabungan Pengarang China.

Sekembalinya dari China, ia bekerja pada Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional (BMKN). Akan Manipol Usdek. Karena menolak konsep tsb, bersama Sukito, HB Jassin dan Gunawan Muhammad mencetuskan manifes kebudayaan.

Tetapi karena Manifes Kebudayaan dianggap Reaksioner, maka pada bulan Agustus 1964 dinyatakan terlarang oleh Presiden Soekarno.Dan namanya baru direhabilitasi setelah Orde BAru. Ia lalu diangkat menjadi Ketua Dewan Kesenian Jakarta yang berpusat di Taman Ismail Marzuki.

Namun baru setahun menjabat , beliau dipanggil sang khalik. Tepatnya tanggal 21 April 1969. Karya-karya yang ditinggalkannya adalah Kata hati dan Perbuatan, Cita Teruna, Rumah Raya-1957, Daun Kering, Silhuet -1966, Wajah-wajah yang berubah -1968 dan lebih dari selusin karya-karya Shakespeare yang terjemahkan kedalam bahasa Indonesia, Hamlet Pangeran Denmark, Saudagar Venesia, Impian ditengah malam, Manasuka, Impian di Tengah Musim, Macbet, Raja Lear dan Othelo.

Source Jajak MD - Para Pujangga Indonesia