|
Cahaya Doa |
|
www.duniasastra.com Ketika malaikat -malaikat sedang bertasbih dari setiap pintu-pintu langit , Bergetar sayap-sayap mereka , kemudian malaikat -malaikat tersebut mengadu kepada Rabbnya, "Ya, Allah Ya Tuhan kami, cahaya keindahan apakah yang baru saja melintasi kami, yang terangnya nyaris sama dengan keindahan wajah-Mu, sehingga sayap-sayap perkasa kami dibuat kaku olehnya ?! Dari balik singgasana-Nya kemudian Ia berfirman : "Cahaya itu adalah doa yang diucapkan lidah seorang hamba-Ku yang teraniaya !"...."Keperihan jiwa telah membawa hatinya pada-Ku !" "Aku bangga kepada jiwa ini !...disaat Aku mengujinya dengan dua jenis rasa lapar..dia selalu bersyukur dan berbaik sangka pada-Ku!" "Tahukah engkau dua rasa lapar itu ?!", Yaitu ketika seorang hamba ditimpa oleh siksa kelaparan yang teramat, maka jiwanya berkata pada-Ku : " Sang Terkasih sedang bertandang dirumah jiwaku, ketukan Tangan kasih Nya menyapa ususku yang selalu suci , maka ketika aku mati, bukan engkau yang mencabutnya, tapi Dia yang menjemput nyawaku disini!" Lapar kedua ; yaitu saat ia diuji oleh rasa kenyang, maka jiwanya berkata pada-Ku ; "Yang Maha Pemurah telah memberikan rizkinya yang telah dijatah padaku , maka aku tidak akan merebut diluar selain apa-apa yang telah ada dalam genggamanku, kemudian hadiah pemberianNya- kubagi lagi pada sesama sebagai rasa syukur ku kepada-Nya !" "Tahukah ' rizki ' yang hambaku maksud dipenghujung ajalnya ini , wahai malaikat ?!..yaitu sesendok kerak nasi, yang berkuahkan airmata syukur !" Hartono Beny Hidayat Selamat hari Idul Adha saudara-saudaraku, kalau ada kelebihan rizki jangan lupa berkurban yah ( kurban dalam aspek luas ), kalau hari ini lupa, besok jangan lagi ! 2004
|