Freedom !
|
|
www.duniasastra.com Banyak
dari kita mengagung-agungkan kebebasan , berlutut bagaikan seorang
budak belian yang merendahkan diri dihadapan tuannya . Mereka seperti
pemuja tiran yang sedang bersiap membantai diri mereka sendiri. Hatiku
menangis airmata darah , karena aku tahu bahwa kalian hanya dapat bebas
sepenuhnya jika dapat memahami bahwa keinginan-keinginan bebaspun
merupakan belenggu bagi jiwa-jiwa kalian. Sesungguhnya
apa yang kalian namakan kebebasan tidak lain adalah belenggu diantara mata
rantai yang membelenggu kalian , tapi kalian lupa karena silau oleh
cemerlang dan gemerlap kilaunya. Tubuh
dan daging kalian sendiri , tak lain adalah belenggu yang kalian patahkan
untuk mencapai kebebasan . Jika kalian hendak menumbangkan kekuasaan
seorang zalim dan tiran , maka runtuhkan dulu tahta yang kalian bangun
dihati kalian. Segala
sesuatu yang dipuja dan dibenci dalam kebebasan semuanya telah ada didalam
diri kalian sendiri, bagaikan sinar dan bayangan , berpasangan dan selalu
berpelukan –Jika bayangan menjadi kabur lenyap dan hilang , maka cahaya
yang masih terasa akan menjadi bayangan baru bagi cahaya yang lain. Itulah
hakikat kebebasan . Bila telah melepaskan belenggu , Ia sendiri akan
menjadi belenggu baru-bagi kebebasan yg lebih tinggi lagi. Mati
demi kebebasan adalah lebih mulia daripada hidup didalam bayang-bayang
kepasrahan yang lemah , sebab ia yang merangkul maut dengan “Pedang
Kebenaran” dalam tangannya, akan hidup kekal bersama Kebenaran yang
kekal, sebab Kehidupan itu lebih lemah daripada Maut dan Maut itu lebih
lemah dari pada Kebenaran. Kehidupan
tanpa kebebasan adalah seperti tubuh tanpa jiwa, dan Kebebasan tanpa
pikiran adalah seperti roh yang bingung……..Kehidupan, Kebebasan, dan
Pikiran adalah tiga dalam satu dan Abadi. Engkau
boleh merantai tanganku dan membelenggu kakiku; engkau bahkan boleh
melemparkanku kedalam penjara yang gelap,tetapi engkau takkan memperbudak
pikiranku sebab ia bebas. Hartono Beny Hidayat, In Colaboration with KG 1998
|