|
www.duniasastra.com
Lihatlah batu ini dan lumut yang menutupinya,
Lebih baik bagimu menjadi lumut yang tak memiliki langit tuk berteduh ,
daripada menjadi batu permata yang sejak dari kelahirannya didekap
keperkasaan gunung-gunung .
Apalah arti keindahan wujud baginya ?,
Dan apalah arti kemilau cantik bagi dirinya- bila ia sendiri tak pernah
merasakan sentuhan sinar kasih
ataupun belaian lembut angin kehidupan .
Duhai kekasih hati,
Jangan pernah takut melangkah, buangalah keraguan diri ;
-karena dalam wujud cinta, segala macam bentuk keraguan adalah dosa kasihku.
Lihatlah lumut ini dan belajarlah darinya,
Tidakkah kau lihat bahwa batu dan lumut itu beda, tapi lihatlah ia dengan
setianya mendekap sang batu.
Bagi dirinya mencinta adalah sebentuk pelayanan,
Mencinta adalah sebuah kebutuhan,
Mencinta berarti menghidupkan cita dan harapan.
Demi orang yang dicintainya, ia rela terterpa panas dan hujan.
ia menyakini bahwa suatu waktu, sebongkah batu yang keras sekalipun- akan
menjadi lunak karena sihir cinta.
Apapun yang kau dengar tentang Cinta ,
apaun yang ingin kau katakan tentang wujudnya,
ketahuilah bahwa inti Cinta itu sendiri adalah sebuah rahasia yang tak
pernah terungkapkan.
Beny
16 maret 2004 13.35 wib.
Hikmah yang bisa dipetik dari syair ini :
Manusiawi sekali kalau kamu ingin dicintai.
Cinta memang indah, menggairahkan dan mempesona.
Namun kamu tidak bisa meminta atau memaksa orang lain mencintaimu.
Satu-satunya cara yang bijak untuk dicintai adalah dengan melupakan
keinginan dicintai dan mulai mencintai
The End.
"Dalam hati seorang Pecinta, suara hati dan pesona jiwanya berawal dan
berangkat dari kepedihan hatinya, dan dari kepedihannya itu,ia membalutnya
dengan cinta, maka tersingkaplah selubung kegetiran jiwa lalu menggantinya
dengan percikan airmata bahagia"
|