Ranting-ranting Yang Saling Terkait

 

( Tentang  keikhlasan, pengorbanan dan ketulusan )

www.duniasastra.com

Pernah ada seorang datang padaku, sambil meniupkan serulingnya ia berkata:

bahwa dalam diri seseorang suara bathinnya senantiasa mengalunkan nada-nada kejahatan dan kebaikan,

bagai bunga putri malu, salah satu unsur atau yang lainnya akan muncul kepermukaan menurut suasana hatinya.

Saat kau sentuh satu sisinya, perihpun menghujam -memaksa kita untuk menutup mata dari kelemahan diri.

Bagai siang dan malam,  ada dua cara yang berbeda dalam memahami dunia ini.

Yang pertama adalah ketika kita dipisahkan, dijauhkan dan diasingkan dari yang lain;

dalam hal ini, segala sesuatu tampak muram, laksana bunga layu akibat kemarau.

Lain halnya apabila kita memahami akan pentingnya arti sebuah keselarasan dalam kehidupan,

semuanya nampak bergelimang cahaya.....

laksana cahaya matahari yang dapat membangkitkan benih kasih dan cinta didalam diri kita .

Yang akan terus berkembang dan saling menghidupi -satu sama lainnya.

 Bersatu padu menghiasi paras bumi -tanpa mengenal perbedaan,

Laksana ranting-ranting yang saling terkait.....

Tanpa adanya keikhlasan, pengorbanan dan ketulusan yang menyertainya ...

semua adalah hampa .........

semua adalah kesia-siaan,

laksana menabur  bibit diatas sebongkah batu....

Laksana mendung tanpa hujan....

Hartono Beny Hidayat

15 Feb 2007