|
www.duniasastra.com
Kala purnama memancarkan pancaran indahnya……….aku berdiri ditepian danau itu,
Dari air jernihnya kulihat pantulan indahmu,
Saat menbayangkan indahmu…
Mengapa ranting-ranting slalu saja datang jatuh memecah,
seandainya ranting itu adalah penderitaanku,
Mungkinkah arusnya akan membawa pergi dukaku hingga nun jauh kesana?,
Wahai purnama saat ini aku merasa rindu padanya,
maukah kau kabarkan padaku perihal indahnya?
Walau Aku adalah seorang pengelana sesat yang tak memiliki arah,
memandang keindahan dirinya, membuatku sekan tahu ujung segala langkah,
Walau kusadari tak pantas aku untuk menemuinya,
Duhai betapa inginnya aku melihat wajah cantiknya sekali lagi....yah sekali
lagi !
Cinta bagiku adalah "rumah" persinggahan bagi jiwa dan hati, tanpa adanya
cinta kuyakin ia kan menjelma penjara nan pekat,
Apabila letih memanggilku untuk pulang, bukan berarti aku membuang
kebebasanku, bukan pula merayakan penderitaanku,
Cintalah yang menjadi kerinduanku baik kala sunyi maupun gaduh,
ia adalah atap bagi kepedihanku, dan juga dinding untuk menyandarkan segala
beban hidupku,
Hartono Bey Hidayat |