|
Sajak terakhir untuk Munir.... |
|
Saat kau beranjak dari bumi penindasan, maka langitpun terisak. Menjemput dirimu dalam tetes maut dahaga Socrates..... Takkala jasadmu menyatu dalam pelukan bumi, maka bumipun tersenyum. Membalut lukanya dalam lilit tunas kehidupan baru.... Saat kegelapan menyelimuti kami, Maka lentera yang kau myalakan akan tetap menyala, Ia adalah cahaya abadi yang kan slalu menerangi....... Untukmu yang bersemayam tenang di pembaringan abadi, sajak terakhir ini kupersempahkan..... Hartono Beny Hidayat (Puisi ini terdapat dalam buku "Nubuat Labirin Luka" Antologi puisi untuk Munir)
|