Up 2 U 

 
Puisi ini didedikasikan Violin untuk ibunda tercintanya ,yang saat ini sedang dirawat , dikarenakan penyakit kanker stadium 3 yang sedang dideritanya.


Ibu


Ibu ..kini kudapati sadar baru...yang membuka tabir mata hatiku....
Kau melebihi dari apa-apa yang kami tuju didunia ini...
Kau....Terpuja dari yang terpuji....
Kau....Terangkat dari yang kami kira...
Kau..kaulah letak kesahajaan dunia....
Lihat! Dimana kau letakkan surga itu??....
Dibawah telapak kakimu, ibu...
Pintu yang kami tuju selama ini....
Sungguh hanya berada dibawah telapak kakimu...Oh Ibu....
Sudikah kau bukakan aku pintu-pintu yang kau letakan diatas kepalamu...Tuk nikmati singgasana terindah-Nya.
 
Sajak ke-2
Kala hujan melanda, tak terdengarkah biduan lara memasung hati...
Tak sampaikah siulan merpati berbisik luruh didada..
Pohon-pohon tak lagi rindang dipandang....Pelangi tak merona lagi...
Malam terasa lembab, siang begitu gersang....
Hanya keteduhan jiwa yang tersisa menahan semua ini....
Karena aku hanya manusia....
sajak ke-3
Takkan pernah Tuhan memberi ujian pada hamba,
melainkan rasa Cinta-Nya...
Dan menjadikannya manusia yg hebat....
The end...
Para Netter....Mari kita doakan bersama, agar ibunda Violin diberikan kekuatan olehNya untuk berjuang melawan penyakit kanker yang sedang dideritanya serta diberikan kesembuhan ! Amien...

Kidung Mentari

Kebahagian adalah milik setiap kita yang mampu meraihnya. Kalaulah kebahagiaan itu hanya punya orang kaya, maka di rumah mewah itu tidak akan pernah ada penderitaan, sebaliknya juga di gubuk yang kotor, justru penderitaan itu terus menempelinya.
Tapi sayangnya, banyak diantara kita yang gak bisa menggunakan kesempatan itu pada jalan yang semestinya. Sehingga kebahagiaan itu pun hilang dengan sendirinya.

 10 Januari 2007
http://www.isyarath ati.blogspot. com

fath el wafi


ORANG TUA ITU TELAH PERGI MENABUR BUNGA… ( V )
 
(Sebuah Solilokui Untuk Sobron Aidit)
 
“Kemarilah apiku! Hangatkan ruang kebekuan ini, sebelum dirimu menjadi gelap.” Hatiku berkata melangkahi segala tarian di alam pemikiran yang bergerak bebas. Oh, sungguh liar pemikiran ini… Terlalu jauh ia berlari, menyusuri gorong-gorong kekejaman yang telah dilakukan oleh kaisar itu dan para prajuritnya. Penyusuran yang panjang, mencari akar kebencianku dan enggan memusnahkannya. Kupelihara selalu kebencian itu kepada tangan-tangan berpeluh kuasa.
 
Selama nafas jiwaku terengah-engah berlari menggapai yang telah berlalu, kucari orang tua itu untuk berbicara kepadaku, menyisir malam dan mengendapkan segala sepi yang menggoda kejenuhan hati. Orang tua itu selalu menerima dengan hati yang tersenyum keras untuk mengurai segala kenangan, ingatan, dan amarahnya kepada waktu yang telah melangkah jauh tinggalkan nyata.
 
2007, Leonowens SP

Puisi untuk Cinta,
Kamulah kata pertama yang membawaku pada gerbang keemasaan
Ajarkan aku mencinta
Tanpa harus bicara
Ajarkan aku harus melebur dalam hangatnya cinta
Tanpa perlu terbakar
Tunggu aku...
Sedikit lagi aku tiba di pangkuanmu

Gina T


Aku, Gerhana & Kesendirianku (male)
Aku, Gerhana & Kekasih Impianku (female)



Mendapati malam dalam gerhana, dingin, sepi lagi menyendiri...
Bulan bersinar terang dalam bulat yang penuh
Pikirku pun menerawang jauh, melayang, bercumbukan angan

Ingin rasanya menikmati & melewati malam ini denganmu wahai sang terkasih
Melantunkan rindu, menjajaki bayang, hingga larut tenggelam dalam khayal
Menelusuri jejak-jejak kehidupan yang telah kutoreh
Menggali kembali kenangan-kenangan masa silam
Hanya untuk menemukan diri, kembali jatuh dalam kesunyian...

Sementara itu engkau....wahai penyempurna jiwa
sedang asik pula menerawangi gerhana yang sama
kau penuhi benak akan kedatangan pangeran yang siap menyentuh hati lalu melumat hangat bibirmu..
menaikkan birahi demi menyempurnakan malam
akankah kita bertemu dalam waktu dekat ini, cinta?

sesaat sebelum memasuki bulan suci ramadhan
tak terasa kiranya, 1 tahun lagi telah kulampaui
setahun hanya bersama bayang......

entah kapan kau kan temukan aku?
atau, bilakah waktuku yang kan menemukanmu?

Kekasih, terkasih...jangan pernah berhenti untuk tetap mencariku
Bila serat-serat upaya itu telah menipis dari asa mu
kuragu kan dapat menyentuh indah pesonamu

dengan waktu yang tersisa kita berlomba
tak kuasa.....lagi penuh ketidakpastian
kini, gerhana kan segera pergi....sayang
kusisakan torehan kata hanya untuk mengenang keberartian dirimu
menyalurkan rindu biru dalam hitam yang membeku
kiranya ku bertanya, apakah yang sedang kau lakukan kini?
gerangan apa yang tengah kau siapkan pula untukku?

Roda waktu terus bergulir....
Semoga....ya hanya dalam kata dan makna semoga .....kita segera bertemu lalu menyatu

JB I , 01:45 am
kamis dini hari memasuki jumat baru
-bahan untuk bikin film pendek (4-5 menit)-


Sayap patah
 
Kemuning tergeletak sia
betapa luluh rasa
detik berlalu tanpa asa
Kemuning memudar baunya
dan angin pun menebarkan pesan
tak perlu ragu akan keputusan
untuk tidak mengemis sebuah cinta
 
Kemuning melayu perlahan
putiknya terlepas dari kelopak
hari berkelebat begitu rapat
dan derai airmata menghunjam bumi
Jakarta, Agustus 2005

"nia dad" cynntia_imut@yahoo.com


Spears Family 

Look how bad you see Yourself in pregnancy Thus, for them who may called "Kevin Spears is their Child!" Yes, it is Whether He or She would be How could be Even, you never sees Just call me Then you will see How worse life could be Come what may, let it be

Keluarga Spears 

Lihat betapa bodoh dirimu Berbadan dua dan layu Sampai yang disebut tiba "Kevin Spears Anaknya!"

 Begitulah adanya Entah apa jadinya Bagaimana bisa Bahkan belum terlihat mata

 Panggil aku Maka mata membisu Seburuk apa hidup jadinya Yang terjadi, terjadilah

"Muhamad Taufan" muhammad_taufan@yahoo.com

 


= rasaku =

 kelabu gayuti awan, o langit, biarkan titiktitik air usapku, kumerindu pelangi di seberang sana

"b e e" <careenpt@hotmail.com>  

 


elegi angin
 
tidakkah kau dengar –angin yang menggelayut
pada dinding –menyanyikan koor muram
dentuman guntur –yang menjadi metronom
tetes hujan –berebut
menulis aksara
pada kaca jendela
 
seperti senja tadi –betapa
pudar jingga
dari lekukan bibir perawan
 
bunyi denting –entah dari mana
mengagetkan lamunan –kembali melambai
mengguratkan kelabu pada langit
 
tahukah kau –di sana dingin
memandang danau yang memancarkan
birunya –di rindang cemara
 
sepi kian merapat –dan bayang pun
tengah beristirahat
tak ada kata yang siap
dijadikan pelana
 
tinggal bulan muram sendiri –di pucuknya
yang beku –embun-embunnya lirih
bersuara
 
desah geram –mencengkeram keram
bagi takdir yang mengelak
menjadi jinak
 
ingatan yang muram –begitukah cinta?
seringaimu adalah monumen
menguning dan terlipat
 
ataukah renta –terdesak di jelaga
menunggu kafan putih –dibalut cincin
di jarimu yang telah tiada
 
2006
 
lagu dari alexandria
 
namamu berbisik di telingaku –pelan
dan menggigil –dari alexandria
 
lenguhanmu terbang –dengan sayap biru
lautan aegea –membawa kalor
negeri korintia
didengung-dengungkan paduan suara
para penari di mantua –antigone
ataukah oresteia
 
engkaulah helen-ku –yang menitipkan cinta
pada dido untuk eneas –di mantua
 
2006
nyanyian untuk diriku
 
aku nyanyikan lagu ini –untuk diriku
dalam ruang tanpa dunia –orang lain
menyanyikannya juga dengan acuh –di jalan-jalan
di kereta –di angkutan umum –di lalulalang
 
aku nyanyikan lagu untuk mereka –dengan tangisku
mereka menangis untuk dirinya –dengan laguku
 
-2006-

kunjungan pertama

 
ah –gadis tak bernama –aku datang menyapa
sebagai utusan resmi negeri angan –kemarin
undanganmu baru saja tiba –melewati
gurun-gurun kerinduan
tidak aku temukan surat yang pertama
di ribuan langkah –yang saat ini berjumlah juta
tenggelam dan menghilang –di kekaisaran alpa
ah –gadis tak bernama
prosa lembaranmu seumpama hurup paku –bangsa mesopotamia
sebisu kelabu dinding ruang kerjaku
bagi kejatuhan usia yang lain
menyisiri tepian sungai tigris
di kisah zal yang hendak menjumpa ishtar –lalu
tak menemukan delta
dan berlayar di sungai nil
pada kisah cleopatra menyambut marc anthony
sekarang ia terjebak di kota-kota elegi
ah –gadis tak bernama –memang
tentang usia
gandrung menyambut kunjungan tak terduga
 
-2006-

 

memoir
 
adakah jejak yang bercerita tentang keabadian
adakah dunia yang lengang –dipenuhi kekosongan
adakah mereka tahu kegundahan sesama
adakah mereka tidak saling mendustai sesamanya
dan diri mereka sendiri
 
-2006-

sajak

 
milyaran manusia –di atas bumi
setiap orang adalah semua orang
semua orang adalah setiap orang
siapa yang akan mati lebih dulu
 
-2006-
 
fabel
 
bolehkan aku melukaimu –ujar bulbul
dan menghisap darahmu –sebab engkau
adalah luka yang menyamarkan dirinya
dalam warna
 
jangan salahkan aku –ujar mawar
tentang para pencinta yang menjadi pemurung
atau mereka yang terdampar
di batang tepian
dan terpaku di pojok meja
 
-2006-

firman ketujuh

 
lihatlah –aku ceritakan sebuah misteri
yang akan singgah –kita semua
tak akan tertidur –tetapi
kita semua akan berubah –di tanah-tanah
lapang akan dibangun rumah-rumah –politik dan pertikaian
adalah ladang –ketika hasrat untuk menulis
melemah –digantikan waktu-waktu penyanderaan
 
janji penyelamatan –telah dinisankan
di jutaan traktat perjanjian –menjadi hantu
yang takut berjumpa siang –begitulah perserikatan
tanpa persekutuan
 
-2006-
 
 
Sulaiman Djaya lahir di Serang, Banten 1 Januari 1978. Penggiat komunitas “Simposium” Universitas Paramadina Jakarta.

CINTA SEBENING TELAGA
BY:KIKU
Sepasang Angsa putih sedang berenang bermain-main,menyelusuri Telaga.Dan di pinggir Telaga itu juga, ada sepasang muda-mudi sedang duduk bersandar di bawah pohon Mangga,menghadap ke arah Telaga yang bening.Pantulan cahaya Matahari menembus masuk ke dasar air,sehingga mampak  terlihat jelas keindahan bawah air di Telaga itu.Ikan-ikan berenang bebas woro-wiri kesan kemari,lalu bersembunyi,menyusup masuk ke balik Ganggang dan Tumbuhan air yang hidup di Telaga itu.Bunga-bunga Teratai yang sedang mekar,memberikan ornament keindahan di Telaga.Ada sebuah kedamaian dan ketenangan jiwa di kala memandangnya dan berada di dekat Telaga itu.Daun-daun yang melambai tertiup angin yang berhembus sepoi perlahan,dan kicau burung Kutilang memecah keheningan Telaga. next

 

Tati Nurhayati binti surpan
Alamat:Flat 9D/F HELENA GDN, 263 PRINCE EDWARD RD WEST-KOWLOON HK
HP:65750379
ID;W566876(2) 

Aku Iri, Sungguh...
Pada usia muda yang kau punya
Pada tawa ceria yang kau tebar
Pada waktu yang tampak selalu berpihak padamu

Aku Iri, Sungguh...
pada air matamu  yang bisa turun ke pipi
saat hati berhadapan dengan Illahi
pada langkahmu yang menapaki pasti
asa yang ada di langit tinggi

Aku Iri, Sungguh...
Pada proses yang mau kau jalani
pada cinta yang mau kau bagi
pada hatimu yang tak henti mensyukuri

Aku Iri, Sungguh...
pada kesungguhanmu
pada keteguhanmu
pada keyakinanmu
pada kepercayan dirimu

Teman, aku sungguh iri padamu..


=Fitri300805=
*IriPadaMerekaYangTahuKemanaSeharusnyaKakiMelangkah*


Hai penyair...
Jangan hukum mati hak menjadi kaya
Sebagian dari sikaya tak sadar jika ia akan kaya
Tapi sebagian lagi telah merencanakannya
Dan itupun tak salah

Kesenjangan tak selamanya nista
Coba selidiki....
Kesenjangan ukuran senar pertama dan ke-enam gitar
Mereka memiliki kesenjangan itu dan begitu senjangnya
Tapi mengapa mereka tetap harmoni.......?

Yang kita inginkan bukan kesetaraan
Bukan keseragaman dan gukan seluruhnya harus berwarna putih
Tetapi HARMONI.....tetap lebih baik daripadanya

Yuswan Nugroho yuswan.n@teac.co.id