|
Up 2 U |
|
Puisi ini didedikasikan Violin untuk ibunda tercintanya ,yang saat ini sedang dirawat , dikarenakan penyakit kanker stadium 3 yang sedang dideritanya.
Kidung Mentari Kebahagian adalah milik setiap kita yang
mampu meraihnya. Kalaulah kebahagiaan itu hanya punya orang kaya, maka di
rumah mewah itu tidak akan pernah ada penderitaan, sebaliknya juga di gubuk
yang kotor, justru penderitaan itu terus menempelinya. fath el wafi
ORANG TUA ITU TELAH PERGI MENABUR BUNGA…
( V )
(Sebuah Solilokui Untuk Sobron Aidit)
“Kemarilah apiku! Hangatkan ruang kebekuan
ini, sebelum dirimu menjadi gelap.” Hatiku berkata melangkahi segala
tarian di alam pemikiran yang bergerak bebas. Oh, sungguh liar pemikiran
ini… Terlalu jauh ia berlari, menyusuri gorong-gorong kekejaman yang telah
dilakukan oleh kaisar itu dan para prajuritnya. Penyusuran yang panjang,
mencari akar kebencianku dan enggan memusnahkannya. Kupelihara selalu
kebencian itu kepada tangan-tangan berpeluh kuasa.
Selama nafas jiwaku terengah-engah berlari
menggapai yang telah berlalu, kucari orang tua itu untuk berbicara
kepadaku, menyisir malam dan mengendapkan segala sepi yang menggoda
kejenuhan hati. Orang tua itu selalu menerima dengan hati yang tersenyum
keras untuk mengurai segala kenangan, ingatan, dan amarahnya kepada waktu
yang telah melangkah jauh tinggalkan nyata.
2007, Leonowens SP
Puisi untuk Cinta, Aku, Gerhana & Kesendirianku (male) JB I , 01:45 am
Sayap patah
Kemuning tergeletak sia
betapa luluh rasa
detik berlalu tanpa asa
Kemuning memudar baunya
dan angin pun menebarkan pesan
tak perlu ragu akan keputusan
untuk tidak mengemis sebuah cinta
Kemuning melayu perlahan
putiknya terlepas dari kelopak
hari berkelebat begitu rapat
dan derai airmata menghunjam bumi
Jakarta, Agustus 2005
"nia dad" cynntia_imut@yahoo.com Spears Family Look how bad you see Yourself in pregnancy Thus, for them who may called "Kevin Spears is their Child!" Yes, it is Whether He or She would be How could be Even, you never sees Just call me Then you will see How worse life could be Come what may, let it be Keluarga Spears Lihat betapa bodoh dirimu Berbadan dua dan layu Sampai yang disebut tiba "Kevin Spears Anaknya!" Begitulah adanya Entah apa jadinya Bagaimana bisa Bahkan belum terlihat mata Panggil aku Maka mata membisu Seburuk apa hidup jadinya Yang terjadi, terjadilah "Muhamad Taufan" muhammad_taufan@yahoo.com
= rasaku = kelabu gayuti awan, o langit, biarkan titiktitik air usapku, kumerindu pelangi di seberang sana "b e e" <careenpt@hotmail.com>
elegi
angin
tidakkah kau
dengar –angin yang menggelayut
pada dinding
–menyanyikan koor muram
dentuman
guntur –yang menjadi metronom
tetes hujan
–berebut
menulis
aksara
pada kaca
jendela
seperti
senja tadi –betapa
pudar jingga
dari lekukan
bibir perawan
bunyi
denting –entah dari mana
mengagetkan
lamunan –kembali melambai
mengguratkan
kelabu pada langit
tahukah kau
–di sana dingin
memandang
danau yang memancarkan
birunya –di
rindang cemara
sepi kian
merapat –dan bayang pun
tengah
beristirahat
tak ada kata
yang siap
dijadikan
pelana
tinggal
bulan muram sendiri –di pucuknya
yang beku –embun-embunnya
lirih
bersuara
desah geram
–mencengkeram keram
bagi takdir
yang mengelak
menjadi
jinak
ingatan yang
muram –begitukah cinta?
seringaimu
adalah monumen
menguning
dan terlipat
ataukah
renta –terdesak di jelaga
menunggu
kafan putih –dibalut cincin
di jarimu
yang telah tiada
2006
lagu dari
alexandria
namamu
berbisik di telingaku –pelan
dan
menggigil –dari alexandria
lenguhanmu
terbang –dengan sayap biru
lautan aegea
–membawa kalor
negeri
korintia
didengung-dengungkan paduan suara
para penari
di mantua –antigone
ataukah
oresteia
engkaulah
helen-ku –yang menitipkan cinta
pada dido
untuk eneas –di mantua
2006
nyanyian untuk diriku
aku
nyanyikan lagu ini –untuk diriku
dalam
ruang tanpa dunia –orang lain
menyanyikannya juga dengan acuh –di jalan-jalan
di kereta
–di angkutan umum –di lalulalang
aku
nyanyikan lagu untuk mereka –dengan tangisku
mereka
menangis untuk dirinya –dengan laguku
-2006-
kunjungan pertama
ah –gadis
tak bernama –aku datang menyapa
sebagai
utusan resmi negeri angan –kemarin
undanganmu
baru saja tiba –melewati
gurun-gurun
kerinduan
tidak aku
temukan surat yang pertama
di ribuan
langkah –yang saat ini berjumlah juta
tenggelam
dan menghilang –di kekaisaran alpa
ah –gadis
tak bernama
prosa
lembaranmu seumpama hurup paku –bangsa mesopotamia
sebisu
kelabu dinding ruang kerjaku
bagi
kejatuhan usia yang lain
menyisiri
tepian sungai tigris
di kisah zal
yang hendak menjumpa ishtar –lalu
tak
menemukan delta
dan berlayar
di sungai nil
pada kisah
cleopatra menyambut marc anthony
sekarang ia
terjebak di kota-kota elegi
ah –gadis
tak bernama –memang
tentang usia
gandrung
menyambut kunjungan tak terduga
-2006-
memoir
adakah
jejak yang bercerita tentang keabadian
adakah
dunia yang lengang –dipenuhi kekosongan
adakah
mereka tahu kegundahan sesama
adakah
mereka tidak saling mendustai sesamanya
dan diri
mereka sendiri
-2006-
sajak
milyaran
manusia –di atas bumi
setiap orang
adalah semua orang
semua orang
adalah setiap orang
siapa yang
akan mati lebih dulu
-2006-
fabel
bolehkan
aku melukaimu –ujar bulbul
dan
menghisap darahmu –sebab engkau
adalah
luka yang menyamarkan dirinya
dalam
warna
jangan
salahkan aku –ujar mawar
tentang
para pencinta yang menjadi pemurung
atau
mereka yang terdampar
di batang
tepian
dan
terpaku di pojok meja
-2006-
firman ketujuh
lihatlah –aku
ceritakan sebuah misteri
yang akan
singgah –kita semua
tak akan
tertidur –tetapi
kita semua
akan berubah –di tanah-tanah
lapang akan
dibangun rumah-rumah –politik dan pertikaian
adalah
ladang –ketika hasrat untuk menulis
melemah –digantikan
waktu-waktu penyanderaan
janji
penyelamatan –telah dinisankan
di jutaan
traktat perjanjian –menjadi hantu
yang takut
berjumpa siang –begitulah perserikatan
tanpa
persekutuan
-2006-
Sulaiman
Djaya
lahir di Serang, Banten 1 Januari 1978. Penggiat komunitas “Simposium”
Universitas Paramadina Jakarta.
CINTA SEBENING TELAGA
BY:KIKU
Sepasang Angsa putih sedang berenang
bermain-main,menyelusuri Telaga.Dan di pinggir Telaga itu juga, ada
sepasang muda-mudi sedang duduk bersandar di bawah pohon
Mangga,menghadap ke arah Telaga yang bening.Pantulan cahaya Matahari
menembus masuk ke dasar air,sehingga mampak terlihat jelas keindahan
bawah air di Telaga itu.Ikan-ikan berenang bebas woro-wiri kesan
kemari,lalu bersembunyi,menyusup masuk ke balik Ganggang dan Tumbuhan
air yang hidup di Telaga itu.Bunga-bunga Teratai yang sedang
mekar,memberikan ornament keindahan di Telaga.Ada sebuah kedamaian dan
ketenangan jiwa di kala memandangnya dan berada di dekat Telaga
itu.Daun-daun yang melambai tertiup angin yang berhembus sepoi
perlahan,dan kicau burung Kutilang memecah keheningan Telaga.
next
Tati Nurhayati binti surpan
Alamat:Flat 9D/F HELENA GDN, 263 PRINCE
EDWARD RD WEST-KOWLOON HK
HP:65750379
ID;W566876(2)
Aku Iri, Sungguh... Hai penyair... Yuswan Nugroho yuswan.n@teac.co.id
|